“Apapun hasil akhirnya, perjuangan anak-anak sore tadi luar biasa. Kalau bukan faktor ‘x’ tentu hasilnya beda,”  ungkap Sajuri Syahid. Sudah bukan rahasia lagi bila korp pengadil di Indonesia lebih berpihak ke tuan rumah. Terlepas dari esensi awal olahraga yakni menjaga sportifitas.

Pejuang-pejuang pengusung panji Persiba Bantul di Stadion Demang Lehman, Banjar, Kalsel, Sabtu (4/6) sungguh tampil luar biasa. Dari penjaga gawang Putut, hingga Dharmawan ‘hama’ di posisi ujung tombak, mampu mengimbangi jawara sementara grup 5 ISC (seri B).  Erdin P nyaris membobol gawang Juni Irawan di menit 35, sayang masih melenceng beberapa centi dari tiang kiri Martapura FC. Yang paling ‘heroik’ tentu saja penampilan kiper Putut Jati Purnomo. Puncaknya ketika mampu menepis tendangan penalti tuan rumah saat memasuki menit 80. Tendangan 12 pas ini diberikan Wasit karena menilai Putut melanggar Aidil Bogel saat tinggal berhadapan satu lawan satu. Namun pemain yang satu itu jualah yang mengubur impian imbang di Stadion Demang Lehman. Tepat di menit 90, Bogel berhasil memperdaya Putut sehingga tuan rumah menang 1-0 atas Persiba. Tak ada tambahan waktu, meski pertandingan sempat terhenti 7 menit, usai pemain Persiba protes saat Wasit menghadiahkan tendangan penalti di menit 80.

Walhasil ‘quattrick’ kekalahan ini tak anyal membuat Lasulta terdampar di posisi akhir klasemen grup 5.  Mengemas nilai 3 dari 5 pertandingan. Untuk laga selanjutnya, PT GTS  selaku operator turnamen ISC memutuskan dilaksanakan kembali setelah lebaran.