Ambisi tuan rumah Persiba Bantul untuk menutup laga kandang terakhir ISC – B grup 5 dengan kemenangan akhirnya batal terealisasikan. Menghadapi tim berjuluk Laskar Sultan Adam di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (28/8)  kedua kesebelasan harus puas berbagi skor 1-1 lewat pertandingan yang dibumbui aksi ‘kejar-kejaran’ khas sepak bola Indonesia.

Bermain di depan pendukung setianya, Slamet Widodo dkk justru ditekan tim tamu selepas ‘kick off’. Beruntung Persiba memiliki kiper tangguh Putut Jati Purnomo yang beberapa kali mementahkan peluang gol Martapura FC. Saat asyik menyerang, Ramadani, centre back Persiba membuat Stadion Sultan Agung ‘petcah’. Tendangan jarak jauhnya di menit 30 menghujam deras ke gawang M Juni kiper Martapura fc. Sesaat sebelum babak pertama usai, anak asuh Frans Sinatra sebetulnya punya kans menyamakan skor. Wasit Supardi asal Sukoharjo memberi hadiah tendangan penalti setelah gelandang Wahudi ‘hands ball’ di kotak terlarang. Kiper spesialis tendangan penalti pantas disematkan kepada Putut, sekali lagi kepiawaiannya membuat algojo Martapura fc, Syaifullah Nazar gagal menembus gawangnya.

Selepas turun minum, kembali wasit Supardi  membuat keputusan ‘tak populer’ di mata suporter tuan rumah dan punggawa Lasulta. Baru 5 menit berjalan, bek sayap Syaiful Lewanusa dianggap menendang gelandang Martapura, Fahreza Agamal di kotak pinalti.  Tak puas dengan keputusan sang pengadil, Sajuri Syahid meminta anak asuhnya ‘menepi’ sebentar dari lapangan. Namun efek sampingnya beberapa suporter Persiba merasa tim kesayanganya di dzalimi wasit, alhasil terjadilah aksi kejar – kejaran spontan plus lemparan botol air mineral. Namun dengan berbesar hati, Johan Manaji cs mau meneruskan pertandingan. Dan kali ini Aidil Bogel mampu menembus jala Putut. Disisa waktu normal, kedua tim gagal menambah gol namun berhasil menambah jumlah kartu kuning.

Dimata asisten pelatih Persiba, M Arifin, permainan anak asuhnya sudah maksimal. “Kita sudah all out demi meraih 3 poin tapi sayang kinerja wasit sore tadi mengecewakan,” sebutnya selepas laga. Menurutnya, tidak sepantasnya Persiba mendapat pinalti yang kedua karena dinilai ‘diving’. “Fokus anak-anak rusak setelah keputusan penalti tadi,” pungkasnya.