Tim Persiba Bantul mengakhiri petualangannya di ajang ISC B grup 5 dengan kekalahan tipis 1-0 dari tuan rumah PSBI Blitar. Artinya, di turnamen setengah resmi garapan PT GTS, Wahudi dkk belum sekalipun meraih poin saat laga ‘away’.  Apapun hasilnya, apresiasi patut disematkan pada punggawa Lasulta, pasalnya 90% bermateri pemain asli Bantul!.

Dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Panataran Blitar, Sabtu (3/9) gol tunggal tuan rumah dicetak oleh Gufron saat injury time babak pertama. Menerima umpan dari sesktor kanan Persiba, pemain bernomer 17 itu, luput dari kawalan Dhani cs, dan dengan tendangan kaki kirinya menembus sisi kiri kiper Putut Jati Purnomo yang sekali lagi bermain  cukup apik.

Dibabak kedua, permainan Sadam Sudarma tak jua membaik. Meskipun asisten pelatih M Arifin menyuntikan tenaga baru seperti Sarjono, Syaiful Ares serta Jenni, tetap gagal mencetak gol balasan. Bahkan klub yang punya suporter bernama Singo Lodro, nyaris 2 kali membobol gawang Putut. Hingga wasit asal Makassar, Ahmad Jefri meniup peluit panjang, skor tak berubah 1-0 bagi tuan rumah PSBI Blitar.

Menanggapi kekalahan yang kesekian kalinya, asiten pelatih Persiba, M Arifin mengatakan, pemain muda Lasulta hanya kurang pengalaman. “Anak-anak masih saja kurang jam terbang, jadi fokus mereka di awal dan akhir pertandingan sering hilang. Sudah berapa kali kita kemasukan di saat injury time?,” tanyanya kepada  persiba (dot) net. Walaupun sore kemarin ditinggal 3 pilar utama (Slamet Widodo, Johan Manaji serta Syaful Lewnusa) mampu mengimbangi terutama di babak pertama. Namun fisik Wahudi cs terlihat menurun di 45 menit kedua. “Semoga di kompetisi resmi nanti, mereka bisa bermain lebih baik dari sekarang,” pungkas M Arifin.