Posisi bek sayap sering dianggap posisi paling riskan. Ketika tampil apik belum tentu pemain disanjung, namun ketika membuat kesalahan akan riskan dikambinghitamkan. Gatut Bekti, salah satu pemain yang telah sepakat membela Laskar Sultan Agung sadar akan hal itu.
“Sebagai bek sayap harus memenuhi kualitas bertahan menyerang yang sama baiknya. Seperti mengemban dua tugas sekaligus” ujar pemain 23 tahun ini.

Pengalamannya yang bisa dibilang cukup matang bisa menjadi alternatif pilihan pelatih. Bersama David Armando, Gatut, bahu membahu bersaing secara positif untuk satu pos di bek sayap kanan.
“Semua pasti ingin tampil dan tentu juga harus siap siapapun yang dibutuhkan Coach”

Gatut merupakan jebolan Persik Kediri U-21. Lahir di Tangerang, dia besar di Kediri bersama tim-tim Jawa Timur. Sebut saja Persela Lamongan serta Persinga Ngawi yang sempat mencicipi jasanya. Datang di minggu kedua seleksi, nama besar Persiba lagi-lagi menjadi alasan pemain luar DIY.
“Awalnya justru lihat dari sosial media, Persiba membuka seleksi” kisahnya. Ungkapan Gatut ini cukup menggambarkan seleksi berjalan fair, siapa saja bisa membuktikan kualitas.

Gatut bersama pemain asal luar DIY lain kini menempati Mess Persiba. Tak sulit baginya menyesuaikan diri hidup di Bantul.
“Lingkungan mirip, orangnya juga ramah-ramah”
Di mata pemain lain, Gatut menjadi panutan di mess. Bukan lantaran sok tua, namun sikap religiusnya yang begitu disiplin. Sikap santunnya di luar lapangan bisa menularkan kedisiplinan di dalam lapangan.
Dengan skuad saat ini menurutnya Persiba akan mampu berbicara banyak.
“Tim lain juga buta kekuatan, setidaknya kan teman-teman di sini sudah main bareng lama”
Tak lupa Gatut menitip salam kepada pandemen serta suporter Persiba Bantul untuk selalu memadati SSA.
“Ya harapannya bisa lebih meriah lagi. pasti pemain termotivasi” pungkasnya.
Satu persatu pemain digaet Persiba, sudah tak sabar menanti setiap laga Persiba? Padati SSA, harga mati!