“Dulu waktu kecil kalau nggak salah SD, naik sepeda ke stadion. Mau masuk gratis, ngusungkan dagangan bakul bakpao” Ujar Arief, bek muda asli Bantul mengisahkan dengan bahasa sekenanya. Arief kecil memang fans Persiba Bantul sejati. Dari mulai era Michael Ndubuisi hingga musim terakhir Ezequiel Gonzalez selalu dia simak. Seperti mimpi di siang bolong, Arief bahkan sudah memulai debut di usia 18 tahun musim lalu di ISC B.

Meski secara kuantitas belum sering tampil, bek berpostur 182 cm ini memiliki kualitas ke depannya. Mengawali pendidikan olah bola di SSB Pors Segoroyoso, Arief menapaki karir bertingkat, mulai dari Protaba Bantul serta Porda 2015 sekaligus menjadi kapten tim. Penampilan Persiba yang babak belur di ISC B justru dijadikannya pengalaman berharga. Muhammad Arief pun ingin optimal ketika pelatih memberinya kesempatan bermain.

“Komposisi pemain musim ini lebih baik, ya harus optimis” ujarnya kepada Persiba.net

Pemain yang akan mengenakan nomor punggung 4 ini menyebut kedatangan Purwanto memberi semangat signifikan bagi tim.

“Pelatih memberi pesan, semua pemain itu dianggap sama, punya tanggung jawab masing-masing”

Keunggulan Arief ada di bola-bola atas termasuk saat membantu penyerangan. Dia menceritakan sedikit banyak belajar dari gaya bermain Sergio Ramos. Headingnya ketika merangsek ke depan menjemput set piece bisa jadi nilai lebih.

“Saya selalu melatih sundulan setiap dapat kesempatan sepak pojok terutama”

Di mata sesama punggawa, Arief seperti pencair suasana dalam Tim. Sosoknya yang jenaka membuat hiburan tersendiri. Bahkan, Asisten Pelatih Sambudiana mengerti sikap-sikap pemain yang kerap dipanggil ‘Kelinci’ ini.

“Dia itu seneng ‘nyelelek’ , tapi saya akui di lapangan dia serius dan fokus. Anak ini berpotensi” Ujar Mbah Sam.

Mimpi masa kecil, semangat membela daerah serta potensi yang ada padanya patut kita simak.

Padati SSA di setiap laga, mari Persibakan lagi Kabupaten Bantul!