Begitu wasit Mansyur mengakhiri laga di Stadion Krida Bakti, Purwodadi, Grobogan, Minggu (21/5) ratusan suporter Persiba yang tergabung dalam wadah Paserbumi langsung bereaksi keras kepada Manajemen dan pelatih Purwanto Suwondo. Ketidakpuasan akan performa Lasulta ditutup dengan aksi boikot ¬†tanpa kumandang ‘anthem’ Kau Mampu seusai pertandingan. Bahkan 2 ‘pentholan’ Paserbumi, Jhon Hendrix serta Mas Minyak, tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya.

 

Sore tadi, coach Purwanto memenuhi janjinya dengan memainkan 2 striker Nunung DC serta Ahmad Junaidi. Ditengah, Johan Manaji ¬†dibantu Ginandaru, Reja Putra plus gelandang bertahan Wahudi. Sedangkan ‘four back’ dipercayakan pada Kapten tim, Slamet Widodo, Sutsuga, Panji Susanto dan Susatria Nova. Hasilnya terbilang lumayan, masih mampu menahan gempuran tuan rumah hingga 1 jam pertandingan. Ditambah kiper Putut yang beberapa kali sukses memblok peluang emas Laskar Petir.

Namun 10 menit terakhir jelang laga liga 2 di grup 4 berakhir, gawang Persiba menjadi lumbung gol Persipur. Diawali tendangan bebas Yanto Kawer di menit 83 yang mengecoh Putut, Albebta Dewangga Santosa, gelandang Persipur, menggandakan keunggulan tuan rumah di menit 86. Pesta ‘tri gol’ (3G) anak asuh Wahyu Teguh ditutup oleh striker Roberto Sauyi pada menit 90+1.

 

Saat konferensi press, Persiba Bantul diwakili asisten pelatih, M Sambudiana, mengaku, konsentrasi anak asuhnya, terutama barisan pertahanan, kurang fokus di menit-menit krusial. “Selepas gol pertama, situasi makin memburuk. Kami harus bisa mencari solusi di pertandingan selanjutnya,” paparnya. Dengan kekalahan ketiga dari lima kali laga, Persiba kini semakin terpuruk di dasar klasemen sementara.