persiba.net

Website Resmi Persiba Bantul

Sejarah

Profesional, Maksimal di Bumi Projotamansari

- No Comments -

Setiap penonton roadshow yang baru pertama menyaksikan Persiba berlaga, sebagian besar akan menuai pertanyaan sejenis tentang siapa pemain yang rajin menyisir sisi sayap Persiba. Dia adalah Andi Sandria, winger lincah yang bisa bermain sama baiknya di sisi kanan maupun kiri. Kecepatannya yang bisa dibilang di atas rata-rata pemain Persiba membuatnya sering menjadi perhatian suporter.

Andi lebih banyak menghabiskan waktu di Sleman. Di kampung halamannya itu pula Andi berhasil menjadi skuad runnerup PSS, di ISC B lalu. Sebelumnya Andi sempat memperkuat Popda Sleman, Popwil DIY serta Sleman United. Lantas apa yang membuatnya bertekad bulat berlabuh di bumi Projotamansari?

“Saya tak mendapat kesempatan banyak di tim sebelumnya, karna di sini pemain muda seperti saya bisa berkembang” ujarnya. Tak hanya hal tersebut, Andi menegaskan di DIY sudah lumrah pemain berpindah klub.

“Profesional, saya pasti maksimalkan bila diberi kesempatan. Apalagi Persiba bukan tim kecil”

Komitmennya di Bantul semakin terlihat ketika di saat-saat terakhir sebelum deal, dia menolak beberapa pinangan tim Jawa Timur. Dia melihat kekompakan Tim sudah mulai terlihat dengan persiapan yang menurutnya cukup mapan. Pengagum Alexis Sanchez ini mengajak seluruh skuad untuk melakukan yang terbaik bagi Persiba.

“Siapapun yang dipercaya main, intinya skuad ini punya potensi lebih. Berjuang barenglah mengangkat tim ini”

Ditambahkannya, dengan kondisi liga di Indonesia serta regulasi, dianggapnya kekuatan cukup merata. Pemain muda seharusnya bisa lebih berunjuk gigi.

Kedatangan Coach Purwanto juga memberi semangat baru.

“Coach ini orangnya disiplin, menjaga kekompakan tim. Ya pemain merasa santai tapi tetap bertanggung jawab”

Tepat di usia ke 24 tahun musim ini, Andi menganggap musim ini sebagai transisi kemampuannya yang semakin matang. Dia tak ingin numpang lewat di Persiba. Mengembalikan pamor Persiba bukan hal mudah, tapi tak ada yang tak mungkin.

“Teman-teman daerah Bantul sendiri sudah sangat berkualitas, saya tak meragukan sama sekali”

Jika ditilik dari geografis, Andi juga pemain yang selalu ‘nglaju’ jauh seperti halnya Sarjono. Baginya ini bentuk totalitasnya selama ini. Hmm, menarik ya, semoga manajemen juga totalitas melihat perjuangan-perjuangan tak terlihat seperti ini. Bagaimana dengan kalian? Siap totalitas mendukung tim kebanggaan kita?

Era Baru

- No Comments -

Tak berlebihan ketika menyimak hari pertama kedatangan pelatih muda Purwanto Suwondo, sore tadi (27/3) di lapangan Wirokerten. Eks pemain timnas ini memberi warna lain di tim Persiba Bantul. Sosok yang dekat dengan pemain serta wibawanya yang kuat, menjadi setidaknya jaminan era baru Persiba Bantul versinya.

Coach Pur, menegaskan tak akan membawa ‘gerbong’ pemain versi dia.
“Ini era profesional, saya hanya akan mencari pemain yang memang dibutuhkan manajemen saat ini” ujarnya.
Sore ini latihan dilakukan selama satu setengah jam. Keakraban yang dibangun Coach Pur terasa sejak hari pertama. Berulang kali dia menegaskan tak ingin tergantung pada satu pemain, semua dalam tim merupakan sistem.

“Saya sangat puas dengan skill dan semangat pemain saya. Bisa dilihat mereka latihan lepas, semangat , penuh keakraban”
Ditanya mengenai komposisi pemain dalam latihan pertama, dia sudah cukup mengenal beberapa pemain.
“Ya bersyukur, pemain seperti Johan, Slamet,Dhani masih di sini.Saya sempat menghadapi mereka juga kemarin. Masih juga ada Gesang, Andi dan lainnya”
Tak ingin banyak bicara, Pur mempunyai target sendiri untuk tim nantinya.
“Ya harus tinggi, target untuk saya sebagai pelatih harus lebih tinggi dari manajemen. Itu untuk motivasi tentunya”
“Saya disini tidak mencari pemain bintang, saya akan menjadikan mereka bintang” pungkasnya pada Persiba.net
Persiba akan menjalani latihan dua kali esok pagi dan sore, di lapangan yang sama.
Terus jaga semangat ini Coach!

Petualangan Baru (Hasnul Rivan)

- No Comments -

Ada yang mungkin sudah tidak asing dengan satu pendatang baru yang memulai seleksi dari hari pertama. Dia adalah pemuda asal Padang, Hasnul Rifan. Hasnul memulai seleksi sejak ratusan pendaftar datang. Hingga mengerucut menjadi nama yang telah mengiyakan proses negosiasi Tim.

Tak banyak yang tau inilah kali pertama dia meninggalkan Sumatera dan berpetualang di Jawa. Cukup menarik ketika pemain 24 tahun ini memilih Persiba Bantul sebagai pelabuhan musim ini.
“Musim ini sempat menjajal di Persijap, lalu beberapa teman saya memilih ke Persik Kediri. Tapi saya penasaran dengan nama besar Persiba Bantul” ujarnya dengan perangai kalem.
Ditambahkannya, dia tak ambil pusing ketika harus melalui seleksi dari awal. Padahal perjalanan karir profesionalnya cukup mentereng di Sumatera.
“Ya di kepala saya, di kepala orang Sumatera, ketika mendengar Persiba Bantul berarti tim besar, tim juara beberapa waktu lalu”
“Salah satunya juga saya tahu ada orang Padang yang sukses di sini, Feby Martika, tentu jadi motivasi tersendiri” imbuhnya

Hasnul tercatat memulai karir di PSMS Medan U-21 pada 2011. Pada 2012 dia berhasil menembus tim senior PSMS. Lalu secara berurutan karirnya dihabiskan di seputaran Sumatera, yakni PS Bengkulu, Lampung FC hingga Bintang Jaya Asahan.
Tak terlalu sulit beradaptasi baginya di lingkungan baru maupun atsmosfer sepakbola baru. Diakuinya orang Bantul ramah-ramah dan juga suporter sangat dekat seperti keluarga.

Tentang peta kekuatan Liga 2 2017, Hasnul menganggap semua bakal tak terprediksi. Buta kekuatan dan regulasi baru (pembatasan usia) membuat optimisme selalu harus ada. Pemain berposisi gelandang bertahan ini berharap memberikan konstribusi maksimal untuk tim.
Hasnul selalu menjadi pemain kunci di tim-tim sebelumnya meski tergolong hanya bermain di tim yang relatif tidak besar. Tentu bersama Persiba tekadnya sudah bulat untuk menuntaskan rasa penasaran di daerah sendiri. Semoga petualangan baru Hasnul berbuah prestasi untuk mengembalikan nama besar Persiba Bantul.
Tentu kalian tak mau ketinggalan aksi-aksinya kan? Saksikan talenta baru Persiba ini.
Dukung Persiba dengan hal positif!

Tak Ingin Kecewa (Profil Sarjono)

- No Comments -

Siapa tak kenal sosok pemuda satu ini. Dengan tubuh gempal, dilengkapi kecepatan, seringkali dia menjadi pemacu semangat pemain maupun suporter. Sarjono, atau lebih dikenal dengan julukan ‘Superjono’.

Melalui debut muda bersama Persiba ketika belum genap berkepala dua, Sarjono nampak lebih bergairah menyambut musim ini di usianya yang ke-21. Sarjono mulai moncer dan terpantau Persiba diawali dari SSB Baturetno, menjadi anggota Popwil DIY, serta tampil apik di Persiba ISL U-21 pada 2014. Piala Kemerdekaan 2015 menjadi debut bersama Persiba senior. Masih terbayang ketika menyaksikan anggota Pemadam Kebakaran Bantul ini penuh tangis ketika Persiba hanya bisa mendapat peringkat ketiga turnamen tersebut.

Ada cerita dibalik nomor punggung 22 yang dikenakannya. Jono dianugrahi nomor tersebut dari suksesor kawakan , Ugik yang lebih akrab mengenakannya. Jono sangat-sangat berterimakasih mengenakan nomor punggung tersebut.
“Mas Ugik itu sosok inspirasi, saya banyak belajar dari dia. Alhamdulillah nomor ini menjadi semangat untuk saya” kisahnya kepada Persiba,net.
Kecintaan Jono terhadap tim ini tak perlu diragukan, seperti anak kecil lainnya yang memimpikan bermain di tim idaman semasa kecil.
“Dulu nonton Persiba nggak pernah absen, seneng lihat kabupaten kecil mempunyai tim besar”
Kini Sarjono menjadi salah satu jebolan Persiba U-21 yang masih bertahan. Sarjono tak pernah berhasrat meninggalkan tim ini.
“Selagi masih dipercaya saja sudah bersyukur. Rasanya sudah nyaman apapun kondisi tim ini”.

Namun bukan berarti perjuangan Jono terkesan pasrah dengan keadaan. Dia mengaku tak ingin kembali kecewa. Kekecewaannya meliputi semua aspek. Dari suporter yang dahulu animonya tenggelam, manajerial tim yang belum bagus hingga kecewa pada diri sendiri.
“Saya selalu kecewa terhadap diri sendiri ketika belum bisa memberikan yang terbaik meski sudah melakukan yang terbaik”
Dia pun menambahkan keadaan terkini tim sudah mulai membaik.
“Skuad ini menjanjikan, kawan-kawan suporter juga sedang sangat bagus, justru semoga kali ini manajemen yang jangan sampai mengecewakan suporter dan pemain” tegasnya.

Di mata suporter, pemain hingga manajemen Sarjono menjadi sosok berbeda musim ini.
“Dia sekarang tak banyak neko-neko saat bermain, keseluruhan lebih dewasa tentunya” Ujar Media Officer, Hery Fahamsyach.
Di luar harapan Sarjono, tentu kita semua berharap manajemen berusaha sungguh-sungguh dan lebih keras lagi untuk memajukan tim ini. Lebih fairnya, mari bersama mengangkat kembali nama besar Persiba Bantul.

Jajal dua formasi

- No Comments -

Kesempatan beruji coba dengan tim dengan level relatif di bawah Persiba, digunakan untuk menjajal dua formasi. Melawan PSGP Purworejo sore lalu (24/3), jajaran pelatih menjajal formasi 4-3-3 di babak pertama.

Dhani menjadi jangkar di tengah ditunjang Wahudi serta Jeni. Tiga penyerang diisi Sarjono, M Irvan dan Erdin. Sekilas formasi ini mirip dengan 4-5-1 karena Sarjono & Erdin sering menyisir naik turun sisi lapangan.
Gol yang tercipta di menit ke-17 dihasilkan melalui crossing halus Yogi disambut dengan manis melalui sundulan Jono. Di babak kedua, Persiba kembali menggunakan formula paten 4-4-2 dengan dominasi setengah lapangan. Permainan menjadi menjenuhkan lantaran tim tuan rumah memarkir semua pemain di daerah sendiri. Keuletan Nunung berhasil membuahkan gol di menit ke-85 setelah sebelumnya beberapa peluang hanya membentur mistar. Pelajaran dari pertandingan sore kemarin adalah kesabaran membongkar pertahanan lawan yang relatif bermain aman.

Roadshow akan dilanjutkan sore ini melawan Potorono Allstar. Persiba kemungkinan akan mengubah sistem roadshow yang dipindahkan di tengah pekan. Selasa atau Rabu digunakan untuk roadshow, sedangkan tiap sabtu Persiba akan menjajal SSA melawan tim pilihan manajemen.

Welcome Coach Purwanto

- Comments Off on Welcome Coach Purwanto -

Persiba Bantul resmi ditangani pelatih muda, Purwanto. Purwanto lebih dikenal sebagai pemain lantaran baru sekali menangani tim profesional, PSBI Blitar musim lalu. Pur, merupakan eks striker Timnas dan tandem Bepe di jenjang Timnas Indonesia.

Karakter menyerang dan jiwa mudanya diharapkan menularkan greget agresif serta keakraban dalam tim. Selanjutnya Pelatih berlisensi B ini diharapkan sudah berada di Bantul setidaknya awal pekan nanti.

Dilansir dari Media Officer, Hery Fahamsyach, pemilihan Purwanto bukan tanpa alasan.
“Sekarang menjadi era pelatih muda untuk unjuk gigi. Seto, Nova Arianto sudah jadi contoh. Karakter tegasnya juga kami perhitungkan” ujarnya. Ditambahkan kepada Persiba.net, pemilihan teknis lain tidak diragukan, yaitu dari segi lisensi sudah mengantongi B AFC. Tentu kita berharap Purwanto bisa mengembalikan nama besar Persiba Bantul di persebakbolaan nasional.

Info lain datang dari perkembangan latihan tim. Setelah menjalani guyuran hujan cukup deras sore ini di lapangan Tamanan, pemain dijadwalkan akan tetap berlatih ringan besok sebelum melawat ke Purworejo. Seperti diketahui sebelumnya, Persiba akan melaawat pada Jumat besok meladeni PSGP Purworejo Allstar. Selanjutnya, pada sabtu (25/3) Persiba melanjutkan roadshow. Kali ini giliran Potorono Allstar yang akan dihadapi.
Tetap semangat, beri kreasi untuk bumi projotamansari!

Pelajaran Berharga

- No Comments -

Persiba Bantul harus mengakui keunggulan PS Mojokerto Putra pada matchday kedua Dirgantara Cup, rabu (1/3) kemarin. Bermain dalam guyuran hujan di babak pertama, Persiba gagal mengamankan tiket lolos ke fase semifinal.

Pemain Persiba memasuki lapangan dengan optimisme tinggi setelah kemenangan berharga 3-0 atas Persikama Magelang di partai sebelumnya. Pada awal babak pertama Mojokerto Putra (MP), terlihat mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya kesalahan antisipasi bola tak sengaja mengenai tangan pemain Persiba di kotak penalti. Sempat terjadi perdebatan keputusan wasit karena asisten wasit sempat menyatakan keputusan lain. Namun akhirnya penalti tetap membuahkan gol di menit ke-12.

Tertinggal satu gol tak membuat Persiba panik, beberapa peluang dihasilkan melalui kolaborasi duo sayap Persiba yakni Erdin Pratama serta Andi Sandria. Peluang begitu emas, didapatkan Erdin pada menit ke-14, menerima umpan Nova Satria, sundulannya tinggal berhadapan dengan mulut gawang. Beruntung bagi MP kiper jatuh di posisi tepat. Memasuki pertengahan babak pertama, Persiba mengambil penuh jalannya pertandingan. Sayang Persiba lengah di bola mati saat sepak sudut MP gagal diantisipasi dengan cermat, bola justru jatuh di kaki lawan menghasilkan gol menit ke-39. Sempat mengancam melalui freekick Johan yang membentur tiang samping, babak pertama ditutup dengan skor 0-2.

Babak kedua dimulai. Terlihat setelah tim lawan unggul 0-2, Persiba terlihat ‘grusa-grusu’ untuk segera membongkar pertahanan lawan. Beberapa pergantian dicoba yakni memasukkan Basri Lohy menggantikan Andi. memasukkan Aris menggantikan Erdin, serta mengganti Wahudi dengan Hasnul. Momentum hujan peluang gagal dimanfaatkan Persiba. Keasyikan menyerang, serangan balik MP membuahkan gol ketiga di menit 73. Peluang Persiba silih berganti belum beruntung, Freekick Johan menerpa mistar, freekick Nova ditepis kiper hingga shoot dalam kotak penalti oleh Aris, David, Hasnul hingga Nunung semua melambung. PSMP menutup laga dengan empat gol tanpa balas setelah lolos dari jebakan offside karena pemain Persiba tampil all attack di sisa pertandingan. Bisa saja skor berubah menjadi setengah lusin bila Puthut tak melalukan penyelamatan one on one.

Seusai pertandingan, Asisten pelatih, Sambudiana tak kaget dengan pola kasar tim asal Jawa Timur. Beliau juga menyayangkan beberapa keputusan wasit yang harusnya lebih tegas memberi kartu kuning. “Wasit meloloskan beberapa keputusan kartu kuning, padahal tebasan bek mereka berbahaya. Bek kiri dan tengah mutlak kartu kuning kedua” via Persiba.net . Ungkapan itu bukan tanpa fakta , Erdin yang paling sering ‘ditebas’ mengalami cedera yang mengakibatkan peluangnya tampil di match ketiga masih abu-abu.

Peluang kembali terbuka ketika Persikama menahan imbang Persibo. Duel dramatis dengan dua gol di menit-menit akhir ini berakhir 2-2. Artinya, Persiba tak mau ‘njagake’ pertandingan lain dan wajib menang melawan Persibo.
“Bisa saja imbang kami lolos, tapi semua harus tampil all out mencari kemenangan” seloroh Hery Fahamsyach Media Offcr Persiba.

Matchday ketiga dihelat Jumat nanti (3/3). Persiba akan bermain di partai kedua (malam) pukul 18.00 melawan Persibo Bojonegoro.

Tak Terlena

- No Comments -

Hasil memuaskan dipetik Laskar Sultan Agung saat mengawali Dirgantara Cup 2017 petang tadi (27/2) di Maguwoharjo. Puthut dkk berhasil meraih tiga poin di laga pembuka melawan Persikama Kabupaten Magelang. Kemenangan itu diperoleh dengan tidak mudah karena Persikama berhasil mengimbangi Persiba setidaknya hingga turun minum.

Babak Pertama
Pada babak pertama Persiba memasang barisan belakang dan tengah terbaik. Di pos sayap ada nama baru hasil seleksi, eks PSS , Andi Sandria serta merupakan gelaran perdana Nunung Dwi Cahyo bersama Persiba. Dominasi Persiba terlihat sepanjang babak pertama dengan tiga peluang Nunung yang gagal membuahkan gol. Satu peluang tersangat emas didapatkan Erdin Pratama melalui salto kaki kiri di mulut gawang yang masih menipis. Serangan yang dibangun melalui kedua sayap Andi dan Erdin sanga efektif. Persikama bukan tanpa peluang, dua serangan berbahaya berhasil diciptakan, dua tendangan membentur mistar yang cukup mengagetkan pendukung Bantul. Selebihnya Persikama hanya menunggu dan meladeni serangan anak muda Bantul.

Babak Kedua
Kick-off babak kedua yang ditandai dengan guyuran hujan deras tak menyurutkan keseruan. Justru tensi pertandingan meningkat diawali serangan nyaris berbuah gol Persikama di detik ke-29 babak kedua. Pertandingan sempat terhenti di menit ke-65 lantaran Wahudi tak bisa melanjutkan pertandingan. Namun melalui tim medis, kabar baiknya Wahudi masih bisa berlaga di match kedua rabu nanti.

Hasnul masuk menggantikan Wahudi. Sentuhan perdana Hasnul memacu terjadinya gol. Umpan pedeknya disambut Gesang, lalu memberi terobosan cantik yang gagal disapu bek kiri Persikama. Nunung memanfaatkan kelengahan , dengan mudah menceploskan bola melalui tendangan mendatar, 1-0.

Lahirnya gol pertama membuat permainan Persikama tidak berkembang dan kalang kabut. Pada menit ke-73 Persiba menggandakan keunggulan melalui Basri Lohy. Crossing Nunung tak ditepis sempurna kiper lawan, bola yang medarat di winger mungil ini langsung disambar tanpa ampun. 2-0!

Gol ketiga terlahir lebih rapi & terskema. Umpan dengan trik dari Gesang, diterima Johan. Umpan Johan melewati dua pemain menemui Erdin di sayap kiri. Dengan kaki kiri Erdin mengirim umpan ciamik yang disantap tenang oleh Nunung. 3-0!
Hingga akhir pertandingan, skor bertahan 3-0. Dengan hasil ini, sementara Persiba memuncaki klasemen karena dua tim lain PSMP & Persibo berbagi angka 3-3.

Melalui jumpa pers, Asisten Pelatih, Sambudiana mengutarakan kemenangan ini lumrah karena sejak awal Persiba mendominasi. Terlambatnya gol disebabkan babak pertama tim lawan tak mau memberi perlawanan berarti dan cenderung menunggu.
“Tim mereka lebih senang menunggu, ini sangat membantu kami meningkatkan fokus serta meningkatkan kreasi membongkar pertahanan lawan. Jangan terlena lah buat pertandingan selanjutnya” Ungkapnya.
Sedangkan pencetak dua gol , Nunung Dwi Cahyo, berterimakasih kepada rekan satu tim serta pendukung setia.
“Satu tim bermain bagus, atsmosfer pendukung juga bagus. Gol ini Saya persembahkan untuk warga Bantul, semoga bisa membawa Persiba ‘tangi’ lagi musim ini” via Persiba.net
Persiba.net menyoroti penampilan gelandang serta bek sayap Persiba yang bermain sangat bagus. Susatria Nova serta David Armando ‘tak malu-malu’ lagi membantu serangan. Sedangkan munculnya nama Hasnul Rifan serta Gesang Ginandaru memudahkan tugas Johan Manaji mengkreasi serangan.

Di laga selanjutnya Persiba akan menghadapi PSMP Mojokerto pada Rabu 1 maret 2017 di tempat sama. Nikmati setiap pertandingan tim kita. Dukung penuh kebanggaan

Pemenang Sayembara Jersey Prematch Putih Persiba Bantul 2017

- No Comments -

Persiba mengapresiasi peserta sayembara jersey prematch versi putih atau kuning musim ini. Sejumlah 47 peserta penduduk asli Bantul menyertakan karya beserta konsep. Secara ketat, terpilih menjadi tujuh karya final. Proses pemilihan pun dilakukan transparan di Mess sementara Persiba di Banguntapan. Dari tujuh perwakilan manajemen serta tiga perwakilan pemain memilih karya atas nama Wakhid Wijaya yang merupakan penduduk asli Srimartani Piyungan.

Dari tujuh karya final, suara manajemen dan pemain hanya terbagi ke dua desain. Delapan suara memiilih karya Wakhid , sedangkan dua suara untuk karya Restu Paminto. Selamat! Pemenang berhak mendapatkan uang tunai senilai Rp 500.000 serta tiket terusan selama satu musim bergulirnya Liga 2. Satu hadiah sama akan diperebutkan bagi pandemen yang ingin turut serta membuat maskot Untuk Persiba Bantul. Persiba pun tidak menutup kemungkinan kerjasama produk lokal yang ingin merknya terpasang di jersey prematch hasil sayembara ini.

Persiba Bantul tetap menjalani latihan pekan ini. Terkait kebutuhan skuad, manajemen berencana mendatangkan satu bek tengah maupun striker yang masih dalam tahap komunikasi sampai berita ini turun. Ajang Piala Dirgantara sebagai pembuktian empat striker seleksi saat ini. Jika dirasa kebutuhan striker cukup, target akan dialihkan ke gelandang senior yakni Aulia Ardli. Program latihan dalam pekan ini masih dalam pembenahan fisik serta pematangan pola yang tentu akan ditutup dengan ujicoba melawan tim lokal akhir pekan nanti.

Menyikapi isu mundurnya jadwal Liga 2, Manajemen mengambil poin positif dimana secara persiapan tim bisa lebih kompak dan matang. Bagaimana dengan kamu , siap mendukung Persiba dengan kemandirian Tim?! Tetap dukung Laskar Sultang Agung.

Memperbaiki Kesalahan & Persiapan Piala Dirgantara

- No Comments -

Kejutan terjadi saat Persiba Bantul dapat pelajaran berharga dari Porda Bantul. Persiba dikalahkan 2-4 melalui pola press ketat serta kecepatan anak muda Porda. Sempat unggul 2-1 dengan dominasi permainan Tim Utama Persiba, Siswanto melakukan rombakan besar dengan mencoba pemain-pemain baru dari seleksi. Hasilnya hanya dalam kurun setengah jam, kondisi berbalik menjadi 2-4.

Diakui Tim pelatih tiga gol dilakukan karena kesalahan lini belakang, dua diantaranya berbuah set piece yang berujung gol tim lawan.
“Saya meminta maaf kepada suporter, tapi ini sore ini saya ingin fokus melihat kualitas pemain-pemain seleksi. Ini sekaligus memperlihatkan apa yang harus dibenahi” Penjelasan eks pelatih PSS tersebut.

Seperti diketahui sore kemarin stadion benar-benar dipadati suporter di tribun tertutup. Tiket yang dihimpun sejumlah tujuh juta rupiah lebih.
“Syukur ini meningkat sekitar dua juta dari minggu lalu. Animo ini kami hargai dan kami berusaha akan lebih baik lagi karena sore ini sifatnya fokus pemain seleksi” Ujar Herry Fahamsyach mewakili Persiba.

Tim Persiba.net sempat menanyai satu suporter asal Kulonprogo, Gondang. Mas Gondang berharap Persiba tidak hanya ikut serta tapi mempunyai target musim ini.
“Kalau mainnya babak pertama oke mas, tapi ya kalo babak kedua ya nyuwun sewu bakalan mampir ngombe saja di liga” Begitu aspirasi dari Pandemen luar Bantul.

Tak mau terlena kekalahan, Slamet Widodo menghargai keputusan Pelatih yang merombak tim kemarin sore untuk fokus seleksi. SW mengajak rekan-rekannya mengikuti instruksi Pelatih dan bermain tenang.

Terkait Piala Dirgantara yang akan dilaksanakan di Maguwoharjo , Persiba sudah mendaftarkan 20 pemain. Khusus untuk lini depan, Persiba menyimpan Awaludin yang secara teknik tidak diragukan lagi. Lini depan akan jadi ajang pembuktian tiga pemain baru, yakni Nunung Dwi Cahyo, Kartika serta Muhammad Irvan. Berikut keduapuluh pemain yang diikutkan Piala Dirgantara 27 Februari :

1. Puthut Jati P (Kiper)
2. Yus Jafar (kiper)
3. Muhammad Arief (Bek)
4. Slamet Widodo (Bek)
5. Bagus Ramadhani (Bek)
6. Nova Susatria (Bek Sayap)
7. David Armando (Bek Sayap)
8. Yogi Mardana (Bek Sayap)
9. Gathot Bekti (Bek Sayap)
10. Johan Manaji (Tengah)
11. Gesang Ginandaru (Tengah)
12. Idrus Wahudi (Tengah)
13. Hasnul Rifan (Tengah)
14. Erdin Pratama (Sayap)
15. Sarjono (Sayap)
16. Andi Satria (Sayap)
17. Syaiful Aris (Striker)
18. Nunung Dwi Cahyo (Striker)
19. Muhammad Irvan (Striker)
20. Kartika Rizkika (Striker)

Tetap dukung Persiba dengan hal positif!

Show MapHide Map